Sunday, July 17, 2016

New Blog Post

New Blog Post

Saturday, May 30, 2015

2015 "MY LIFE is LIKE A MAGNET"

Saya melewatkan banyak moment pada tahun 2014 yang sungguh luar biasa.

Selama 1 tahun saya mengabdikan diri kepada salah satu organisasi Teater di kampus saya menjadi MANAGER ARTISTIK. Selama satu tahun itu pula saya menghabiskan waktu dalam dunia seni pertunjukkan, mengolah tubuh, mengolah vokal dan mengolah emosi saya. Bukan untuk menjadi seorang pemain teater tapi mengolah diri untuk menjadi sesuatu...

Tepat beberapa bulan setelah saya lengser dari kepengurusan, saya diberikan hadiah oleh organisasi Teater yang saya pimpin dahulu. Pada bulan september saya berkesempatan dalam sebuah produksi teater yang sangat luar biasa. Keproduksian Save our Nation dengan naskah LUH. satu event talkshow, dua hari pementasan merupakan pengalaman yang saya tunggu selama hampir tiga tahun didalam organisasi ini. Produksi teater inilaha yang akhirnya membawa saya kedalam pintu gerbang untuk menjadi sesuatu 'itu'.. saya bertemu dengan para manajer bank dan hotel, bertemu dengan beberapa seniman besar (termasuk seniman dengan harga lukisan seharga 6M), berhubungan dengan beberapa perusahaan nasional (by email). Luar biasaaaa pengalaman ini.

Bulan berlanjut, saya akhirnya bertemu dengan mimpi yang saya cita-citakan di tahun 2010. Ya, akhirnya saya memiliki alat produksi sendiri untuk membangun sebuah pabrik klothing. Beberapa job saya kerjakan, meskipun hasilnya mengecewakan tapi bagi saya itu adalah proses membangun. Hingga akhirnya tiba saya harus meninggalkan rutinitas saya di Jogja untuk melaksanakan KKN selama  30 hari kurang.

Tahun 2015 menjadi momentum bagi diri saya untuk menjadi magnet bagi setiap orang. Saya merasa sudah mulai full untuk bertarung. Amunisi yang diperlukan untuk bertarung yaitu integritas, pengetahuan, karakter, daya tahan, kekuatan sudah saya miliki. Maka dari itu, tahun 2015 adalah tahun bertarung bagi saya.

Dimulai dari bulan Mei 2015.. ya saya akan memulai pertarungan saya di ibu kota JAKARTA untuk menjadi seseorang yang memiliki pengetahuan nasional. Semoga Jakarta mampu menempa diri saya lagi, menguji semua amunisi yang saya punya, menghancurkan diri saya, meremas diri saya dan memplintir diri saya.
Magnet perlu ada tempaan seara terus menerus agar medan listrik bisa terhampar didalam batang besi. Begitu juga diri saya, saya harus dihancurkan, dipelintir, diremas agar saya menjadi individu yang padat, kuat dalam segala medan.

3 bulan di Jakarta, saya menginkubasi diri saya agar siap menjadi magnet.. ya magnet yang nanti akan menarik banyak hal untuk membuat sesuatu yang dulu hanyalah mimpi dan olok-olok dalam pertemanan, yang nanti akan menjadi sebuah kenyataan dan semua orang akan mengucapkan "kok bisa ya kayak gitu?"

 Tahun 2015 akan memasuki setengah dari perjalanannya, bagaimana dengan dirimu?

Monday, April 7, 2014

Bulat itu Bumi

7 April 2014 ada sebuah bola besar yang terbuat dari bambu
yang menemani mahasiswa di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) selama 1 bulan ini.

Bola itu Bulat dan Bulat itu Bumi....

Sebuah bentuk kampanye yang dilakukan oleh Teater Lilin agar anak muda saat ini mulai selektif dan melakukan tindakan nyata terhadap lingkungan...
start pertama akan dilakukan pemajangan di depan pusgiwa kampus 2 gedung Thomas Aquinas UAJY.

Instalasi ini akan bermertofosa dan akan menjadi salah satu karya cipta yang dikerjakan oleh semua mahasiswa UAJY..

tunggu bulat itu bumi mengahampiri gedung-gedung Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Friday, February 28, 2014

Jam dinding Yang berdetak



Marry...
terimakasih kau telah menemani aku.. sudah 25 tahun kita menikah dan mengarungi bahtera rumah tangga... hasil buah hati kita Benny dan Maghda... yah, hahahaha
Benny, nama ku dulu ku kasih ke anak kita....

Untuk memperingati pernikahan emas kita... ku persembahkan sebuah nostalgia cerita kita...



... Terimakasih Marry.. sayang dan cinta untukmu

Thomas

Thursday, February 13, 2014

Terimakasih

Marry...

Terimakasih mau menemaniku menghabiskan sore hari. Aku senang sekali bisa berbincang-bincang dengan dirimu. Begitu banyak ide-ide dan hal-hal konyol yang kita perbincangkan.
Sayang, waktu kita tidak begitu banyak. Menurutku tidak begitu banyak, entahlah dengan dirimu. Apakah merasa capek ketika berbicara dengan diriku? ahhh.. semoga tidak karena aku tidak mengajak dirimu berbincang sambil berolahraga.. hehehe

Oh ya bagaimana dengan hari-harimu di kelas? semoga menyenangkan, karena ini mungkin waktu terakhir untuk kamu bersenang-senang dengan teman mu satu angkatan.. hehehe

Marry, sekian dulu suratku.. maaf, aku hanya bisa mengirimkanmu surat kecil ini. Karena aku kebingungan dalam berkomunikasi dengan dirimu. Ahhh, ini lebih kepada aku tidak mempunyai teknologi yang mampu menghubungimu kapan pun dan dimana pun kamu berada. Jadi, yaaa.. lewat surat inilah aku berusaha berkomunikasi dengan dirimu.

Selamat sore, malam dan pagi buat dirimu Marry.... Semoga kita bisa bertemu di sekolah...

Salam

Benny

sederhana dan menyenangkan

Aku senang.. dan senang sekali karena aku semakin dekat dengan Marry...
Ya, akhirnya ada satu kesempatan setelah pulang sekolah aku mengajak Marry untuk sekedar jalan-jalan
mengitari lingkungan sekolah kami. Kebetulan ada taman kecil yang rindang di dekat sekolah kami.
Jaraknya hanya beberapa meter dari sekolah, sehingga kami tidak memerlukan transportasi untuk menuju kesana. Lumayan batinku.. aku bisa menghemat pengeluaran.

Perasaanku begitu berbunga-bunga ada semacam ketidak percayaan dalam diriku, ternyata aku bisa mengajak Marry untuk jalan-jalan. Tak ada rasa canggung diantara kami berdua layaknya seorang teman yang sudah lama tak berjumpa dan bertukar kabar, mungkin seperti itu awal pertemuan kami. Ya, ketika kami bertemu tidak ada rasa canggung sekali diantara kami. Mengalir begitu saja, perkataan dan sikap kami berdua. Mengalir bagaikan air yang mengalir di selokan jalanan ketika hujan turun.

Aku menemukan kesederhanaan dibalik dirinya yang luar biasa itu. Ya, dia ternyata hanya perempuan sederhana yang sama saja dengan diriku. Dia makan nasi, makan 3 kali sehari terkadang bisa 2 kali sehari atau bisa hanya 1 kali sehari tergantung selera, tidur di kasur menggunakan bantal dan guling, bola matanya hitam, rambutnya indah lurus pendek dan berwarna hitam dan... kesehariannya sama seperti diriku, membaca menonton televisi membantu orang tua di rumah dan sekali-kali jalan-jalan bersama teman-teman apabila dihari sabtu siang dan minggu pagi. Dibalik wajah cantiknya, ternyata baru ku ketahui bahwa dia tidak mempedulikan penampilannya, tampil apa adanya tanpa ada make up yang menempel di wajahnya dan tidak melakukan perencanaan yang luar biasa rumitnya ketika ingin keluar rumah. Seperti perempuan-perempuan pada tayangan televisi yang sering aku tonton.

Kesederhanaan ini ternyata membuat dia menjadi menarik dimataku. Perempuan yang begitu populer di sekolahku dan menjadi idola para laki-laki ternyata begitu sederhana, tidak seperti yang aku bayangkan sebelumnya.

Begitu banyak hal yang kita bicarakan, dari urusan sekolah, keluarga hingga permasalahan Indonesia. Semua menjadi pembahasan kami. Hahahaha... cukup unik memang namun itulah yag kami lakukan. Menarik dan kami ternyata mampu menciptakan suasana yang menarik sampai tak terasa hampir 3 jam kami berbincang-bincang sampai hari sudah mau gelap.

Malam ternyata menjadi pemisah kehangatan diantara kami. Ya, kami memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing karena hari sudah mulai malam dan tidak sewajarnya anak sekolah seperti kami masih menggunakan seragam masih di jalanan pada malam hari.

Oh Tuhan... kapan ada waktu kembali sehingga aku bisa berbincang-bincang dengan dirinya?

Monday, February 10, 2014

Permintaan maaf

To Marry

Marry, aku minta maaf setelah pertemuan kita kemaren aku tidak memberikan kamu kabar atau sekedar mengirimkan kamu surat. Ada satu dan banyak hal yang membuat komunikasi kita tidak lancar, salah satunya adalah waktu. Ya, akhir-akhir ini aku begitu sangat sibuk. Inginnya aku menuliskan surat untuk dirimu dan menyelipkannya langsung di atas meja belajar mu namun, karena keterbatasan waktu kita tidak bisa saling bertemu.. Maafkan diriku...

Oh ya, nanti sehabis pulang sekolah apakah kamu ada acara?

salam

Benny